Event Report "VMware Data center Virtualization Fundamentals" part 1

Selasa, 21 Januari 2014

Sebelumnya Alhamdulilah di awal tahun 2014 ini sebagai pembukaan awal tahun yang baik saya terpilih sebagai peserta untuk pelatihan VIRTUALIZATION JUMP START yang diadakan dua hari dari tanggal 21-22 Januari 2014 bertempat di PT JUKE SOLUTION.


JUKE SOLUTION, merupakan perusahaan solusi IT yang menyediakan kebutuhan seperti Storage, Virtualisasi, Infrastruktur yang cukup mumpuni mengenai BIG DATA. Sebelum pergi jauh ngomongin VMware lebih baik kita kenalan dengan virtualisasi dulu ya, mengutip dari wikipedia;

"Dalam ilmu komputer ,virtualisasi (virtualization) adalah istilah umum yang mengacu kepada abstraksi dari sumber daya komputer. Definisi lainnya adalah "sebuah teknik untuk menyembunyikan karakteristik fisik dari sumber daya komputer dari bagaimana cara sistem lain, aplikasi atau pengguna berinteraksi dengan sumber daya tersebut. Hal ini termasuk membuat sebuah sumber daya tunggal (seperti server, sebuah sistem operasi, sebuah aplikasi, atau penyimpanan terlihat berfungsi sebagai beberapa sumber daya logikal; atau dapat juga termasuk definisi untuk membuat beberapa sumber daya fisik (seperti beberapa peralatan penyimpanan atau server) terlihat sebagai satu sumber daya logikal."

Istilah virtualisasi sudah digunakan secara luas sejak 1960, dan telah diaplikasikan kepada beberapa aspek komputer—dari keseluruhan sistem komputer sampai sebuah kemampuan atau komponen individu. Secara umum semua teknologi virtualisasi mengacu kepada "menyembunyikan detail teknis" melalui enkapsulasi."

Istilah lain mengatakan virtualisasi perangkat-keras mengacu kepada upaya menciptakan mesin virtual yang bekerja layaknya sebuah komputer lengkap dengan sistem operasi. Istilah mesin tuan-rumah(host) mengacu kepada mesin tempat virtualisasi bersemayam sementara istilah mesin tamu(guest) mengacu kepada virtual mesin itu sendiri. Istilah Hypervisor mengacu kepada perangkat-lunak atau Firmware yang membuat mesin virtual.
Jenis virtualisasi perangkat-keras meliputi:
  • Para Virtualisasi: Perangkat keras tidak disimulasikan tetapi perangkat-lunak tamu berjalan dalam domainnya sendiri seolah-olah dalam sistem yang berbeda. Dalam hal ini perangkat-lunak tamu perlu disesuaikan untuk dapat berjalan.
  • Virtualisasi sebagian: Tidak semua aspek lingkungan disimulasikan tidak semua perangkat-lunak dapat langsung berjalan, beberapa perlu disesuaikan untuk dapat berjalan dalam lingkungan virtual ini.
  • Virtualisasi Penuh: Hampir menyerupai mesin asli dan mampu menjalankan perangkat lunak tanpa perlu diubah.
       Vitualisasi perangkat-keras harus dibedakan dengan emulasi perangkat-keras. Pada emulasi perangkat-keras sebuah perangkat-keras meniru kerja perangkat-keras lain, sementara pada virtualisasi perangkat-keras sebuah hypervisor (sebuah software) meniru kerja perangkat keras tertentu atau bahkan keseluruhan komputer. Lebih lanjut hypervisor jangan dibanding dengan emulator. Keduanya mempunyai definisi yang sama tapi domain pembicaraannya berbeda.

nah cukup dulu malam ini menulisnya.

KAMUS ANDROID

Minggu, 03 November 2013


      Pertama kali punya gadget xperia Go variant dari xperia, 




smartphone badak anti air yang udah certified, pertama beli langsung rooting, install CWM, trus mooding ama aplikasi-aplikasi spesial,
gak ada salahnya share tentang istilah yang dipakai sama orang yang oprek android, 


A
Android Market: Tempat dimana applikasi untuk Android berada, kebanyakan bersifat gratis.
AOSP: Android Open Source Project. Saat kita mengatakan bahwa Android itu open source maka kita merujuk pada hal ini, tempat dimana source code untuk Android berada dan bisa diunduh serta dipakai oleh siapapun.
Apex: Telepon untuk segmen mid-range yang dibuat oleh LG untuk US Cellular.
.apk: Ekstensi file untuk aplikasi Android
Apps: Singkatan dari "applications" atau aplikasi. Program yang kita download dan jalankan di handheld kita. Bisa gratis bisa berbayar.
App Inventor: Sistem berbasis web dimana aplikasi Android bisa dibuat tanpa perlu tahu bagaimana cara meng-code-nya. Dihentikan oleh google tapi dirilis sebagai proyek open-source.
Android : Sistem Operasi yang menggunakan kernel linux 2.6 dan Dalvik VM yang dibuat oleh Android, Inc., Google.
Android SDK : Merupakan paket starter yang berisi tools, sample code, dan dokumentasi penggunaan yang berguna untuk pengembangan aplikasi Android.
ADB (Android Debug Bridge) Tools : Tool yang dipakai untuk command terminal di sistem android. Perintah dasar seperti : ADB Push (upload file ke sistem android), ADB Pull (download file dari sistem Android), ADB Install (install apk (paket installasi) file ke sistem android)
Android Virtual Device (AVD) : Merupakan Emulator untuk menjalankan OS android di PC dekstop maupun laptop under Windows ataupun Mac maupun Linux.
App2SD : Mekanisme memindahkan data secara otomatis di /data/app di internal memory (yang berisi paket aplikasi apk file) ke /data/app di sdcard, dengan partisi yang serupa..yaitu ext2/ext3.

B
Bluetooth: Short-range radio yang dibuat pada into smartphones, yang membuat kita bisa menghubungkan headsets, speakerphones atau bahkan menghubungkan komputer dengan smartphone.
Bootloader: internal mode di handphone yang membantu dalam flashing dan aktivitas lain yang
Bootloop: Keadaaan dimana proses booting suatu handheld terhenti dan tidak bisa masuk ke homescreen.
BootAnimation.zip : File boot Animation berupa file PNG sequensial yg terletak di /system/media/
Build.prop : merupakan file konfigurasi hardware dan OS Android.
Busybox : Kumpulan command-command linux shell yang dipakai di sistem Android.
Backup : Cadangan, bentuk media bisa jadi file, hasil copy dari file (mirror) image yng di ambil dari harddisk atau operating system dan bisa juga file dibuat oleh aplikasi backup untuk restore. Apps Titanium Backup,Nandroid.

C
C/C++ : Merupakan bahasa pemrograman yang dipakai untuk file library aplikasi Android.
Chargermon : File untuk booting menu, yang dipakai untuk dualboot atau untuk boot ke menu recovery, layaknya boot menu grub.cfg di linux dan boot.ini di windows.
Charger : File yang serupa dengan Chargemon, hanya saja ini dipakai pada waktu charging offline.
Cupcake : Android Platform versi 1.5
CWM Recovery (ClockWork Mod): Aplikasi ini asalnya dibuat oleh Koush, untuk mengatur ROM di hp Android. Banyak kegunaan CWW ini salah satunya untuk membackup dan restore aplikasi, menghapus (wipe) data di sistem dan di cache (Dalvik). Biasanya diperlukan untuk menginstall (flashing) ROM baru, menjalankan atau mematikan Lagfix dari kernel Voodoo dsb.

D
DLNA: Singkatan dari Dynamic Living Network Alliance, suatu metode untuk men-stream foto dan video secara nirkabel dari telepon pintar kita ke TV.
DDMS (Dalvik Debug Monitor Server) : Merupakan aplikasi untuk nge-debug atau menelusuri proses berjalannya aplikasi-aplikasi di OS Android, dan juga dapat dipakai sebagai file manager maupun screencapture/screenshot display di Android.
Dalvik VM : Bagian dari arsitektur Android, merupakan virtual machine yang berfungsi sebagai runtime aplikasi Android antara JAVA programming dan Library C/C++.
Data2SD : Mekanisme memindahkan otomatis semua data di /data/ internal memory ke /data/ di SD Card.
Donut : Android Platform versi 1.6

E
Eclair : Android Platform versi 2.1
Eclipse : Merupakan IDE (Integrated development environment) untuk programming Java-Android.

F
Flashing: Flashing secara umumnya adalah penggantian versi firmware, bisa downgrade ato upgrade tergantung ketersedian firmware itu sendiri.
Firmware: Firmware sendiri dapat dikatakan sebagai versi dari operating system. Flashing Hanya dilakukan untuk advance user.
Framework-res : File yang dipakai untuk tema di sistem Android.
Froyo : Android Platform versi 2.2
Fastboot: Mode yang mirip dengan bootloader, dimana kita bisa memflash komponen low-level ke telepon kita.
FC: Singkatan dari "force close," isitilah untuk menjelaskan suatu applikasi yang mati mendadak.

G
Gingerbread : Android Platform versi 2.3
Gmail: Layanan email dari Google.
Google: Pemilik dari Android.
Google+: Jejaring sosial dari google.

H
Honeycomb : Android Platform versi 3.0
Hack (Hacking): Memodifikasi sitem Android untuk menambahkan kustomisasi, fitur, atau melewati batasan yang dibuat oleh operator atau OEM (lihat root).

I
Ice Cream Sandwich : Android Platform versi 4.0

J
Java : Bahasa pemrograman yang dipakai di Aplikasi Android
JIT (just in time) : Merupakan compiler Dalvik di android, yang berfungsi menekan ukuran memory, menekan waktu dan mendapatkan kualitas seifisien mungkin.

K
Kernel: Fungsi Kernel adalah sebagai jembatan antara Operating System (OS) dan hardware. Dengan kata lain, kernel berfungsi sebagai penghubung antara sofware dengan hardware.
Dalam konteks hanphone Android, kernel juga menyimpan informasi driver untuk hardware. Oleh karenaya Kernel bisa diganti dengan proses flashing untuk meningkatkan performa hardware Android, misalnya overclock, memaksimalkan kemampuan suara, grafis dan lain-lain.

L
Link2SD : Mekanisme memindahkan secara manual data di /data/app di internal memory ke partisi ext2 di SD card /data/app.
LBS (Location Based Sistem) : Merupakan sistem yang berbasis lokasi, seperti halnya aplikasi foursquare dan facebook places di HP Android.

O
Overclock: membuat suatu perangkat untuk berjalan di kecepatan yang lebih tinggi daripada ketentuan pembuat perangkat tersebut. Prinsipnya adalah membuat performa lebih tinggi. Tetapi perlakuan ini beresiko menyebabkan kestabilan sistem yang berkurang sampai rusaknya peripheral computer yang dioveclock. Overclock biasanya dipraktekkan oleh para pengguna PC untuk “memaksa” periferal komputer bekerja diatas kemampuan standar yang ditentukan pabrikannya dengan tujuan akhir untuk meningkatkan performa kerja komputer.
Perangkat PC yang di-overclock sama saja dengan dipaksa melebihi kemampuan aslinya. Namun, overclock PC ini, selain membuat perangkat sistem menjadi tak stabil, dapat membuat kerusakan pada perangkat keras, terutama Mainboard, RAM, dan Prosesor.
Untungnya sekarang banyak perangkat keras yang dibuat dengan fabrikasi yang sudah handal untuk keperluan overclock, sehingga apabila dengan wawasan pengertian dan pengalaman overclock, itu kerusakan pada saat overclock dapat diminimaliasi.


R
Reset (hard, soft): Proses dalam rebooting telepon. Soft reset adalah mematikan atau menyalakan telepon, atau dengan melepas batere. Sedang hard reset juga diartikan sebagai factory reset, dan menghapus semua data di handheld kita.
Revolution: Handheld Adroid dengan layar 4.3-inchi dari LG. Versi lain dari LG Optimus 2X yang dibundling dengan Verizon.
ROM: Secara harafiah berarti "Read Only Memory." Di dalam Android, inilah yang kita jalankan saat saat memakai handheld.
Recovery Mode: adalah satu proses yang bisa dilakukan di Android sebelum masuk OS. Proses ini mirip BIOS di komputer dimana kita bisa mengubah konfigurasi hardware di Android. Melalui Recovery mode kita juga bisa melakukan flashing ROM (mengganti OS), format data, sistem dan factory reset.
Lokasi partisi untuk Recovery berbeda dengan OS dan jika OS diganti Recovery ada kemungkinan Recovery akan mendapat dampaknya. Flashing Stock ROM biasanya akan mengembalikan Recovery mode ke Stock Recovery juga. Akan tetapi, Custom ROM kemungkinan tidak mengubah Recovery mode, tergantun Custom ROM yang dipilih. Contoh custom Recovery adalah CWM (ClockWork Mod) Recovery
Revue: Google TV set-top box dari Logitech, yang terdiri dari full-sized keyboard, dan memiliki kemampuan nirkabel. Salah satu gadget Google TV pertama.
Root: root adalah proses untuk merubah privilage dari user biasa menjadi superuser / dengan kata lain layaknya menjadi seorang administaror dalam os windows. Rooting sebenarnya di pergunakan dalam istilah linux, yang bertujuan mendapatkan hak penuh dalam sebuah OS, jadi nantinya kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan setelah mendapat hak ini (dalam hal software).
Root (SD card): Base folder (atau top level) dari suatu SD card. Sering dianggap sebagai /sdcard di suatu file structure.

S
Superuser : Merupakan file yang dipakai untuk masuk sebagai su (superuser), administrator di sistem android.
SD card (atau microSD card): Kartu kecil yang terbuat dari plastik untuk meningkatkan kapasitas memori di handheld kita, digunakan oleh applikasi untuk menyimpan data, kita juga bisa menyimpan lagu, foto, dll. disitu.
Sideload: Suatu tindakan untuk menginstall aplikasi yang didapat dari luar Android Market.
Sideload Wonder Machine: Program open-source yang membuat kita bisa menginstall aplikasi via computer, menerobos batasan yang dibuat oleh operator (hanya terjadi di handheld yang dibundling operator di AS)

Y
YouTube: web-based streaming video dari Google. Dapat diakses dari handheld



disadur dari komunitas Xperia Go


FEDORA 19

Kamis, 31 Oktober 2013


Project Server STMI

Rabu, 30 Oktober 2013

       Project Yang Saya Sudah Tuangkan Untuk kampus STMI-KEMEPERIN
Sebenarnya saya ingin menuangkan dokumentasi apa yang saya sudah kerjakan tapi karena berhubungan dengan kepentingan internal ya jadi saya skip masalah tersebut.
     --> Webserver STMI, bisa di akses di stmi.ac.id , event.stmi.ac.id

Selanjutnya saya akan mengerjakan Project Mail Server, Doakan semoga saya berhasil.
Amin......


repository local centos 6

Minggu, 03 Juni 2012

edit dulu source list reponya : nano /etc/yum.repos.d/CentOS-Base.repo [Add Ons] name=CentOS baseurl=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/6.2/addons/x86_64/ enabled=1 gpgcheck=1 gpgkey=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/RPM-GPG-KEY-CentOS-6 [CentOS Plus] name=CentOS baseurl=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/6.2/centosplus/x86_64/ enabled=1 gpgcheck=1 gpgkey=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/RPM-GPG-KEY-CentOS-6 [Extras] name=CentOS baseurl=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/6.2/extras/x86_64/ enabled=1 gpgcheck=1 gpgkey=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/RPM-GPG-KEY-CentOS-6 [Fasttrack] name=CentOS baseurl=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/6.2/fasttrack/x86_64/ enabled=1 gpgcheck=1 gpgkey=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/RPM-GPG-KEY-CentOS-6 [OS] name=CentOS baseurl=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/6.2/os/x86_64/ enabled=1 gpgcheck=1 gpgkey=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/RPM-GPG-KEY-CentOS-6 [Update] name=CentOS baseurl=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/6.2/updates/x86_64/ enabled=1 gpgcheck=1 gpgkey=http://ftp.itb.ac.id/pub/CentOS/RPM-GPG-KEY-CentOS-6

Proses Investigasi

Rabu, 16 Mei 2012

Investigative process Identification ---Event Crime Detection Resolve Signature Profile Detection Preservation ---Case Management Imaging Technology Chain of Custody Collection ---Preservation Approved Method Approved Software Approved Hardware Recovery Technique Examination --Preservation Trace Ability Validation Technique Filtering Technique Pattern Filtering Analisys -------Preservation Data Mining Time-lining Presentation --Documentation Expert Witness Statistical Interpretation (Mada R. Perdana)

Digital_Forensik bag.1

Kamis, 19 April 2012

PENGERTIAN DIGITAL FORENSIK

Apa sih itu forensik?, Forensik (berasal dari bahasa Yunani Forensis yang berarti “debat” atau “perdebatan”) adalah bidang ilmu pengetahuan yang digunakan untuk membantu proses penegakan keadilan melalui proses penerapan ilmu atau sains. Dalam kelompok ilmu-ilmu forensik ini dikenal antara lain ilmu fisika forensik, ilmu kimia forensik, ilmu psikologi forensik, ilmu kedokteran forensik, ilmu toksikologi forensik, ilmu psikiatri forensik, komputer forensik dan sebagainya.


Terus kenapa kita bahas hal ini?, dengan adanya UU Cybercrime atau yang lebih di kenal dengan UU ITE No.11 Tahun 2008 maka istilah digital forensik semakin dikenal sebagai satu-satunya pembuktian dari adanya tindakan yang melanggar UU tersebut, definisi dari digital forensik sendiri adalah;
Komputer forensik yang juga dikenal dengan nama digital forensik, adalah salah satu cabang ilmu forensik yang berkaitan dengan bukti legal yang ditemui pada komputer dan media penyimpanan dijital.
Tujuan dari komputer forensik adalah untuk menjabarkan keadaan kini dari suatu artefak dijital. Istilah artefak dijital bisa mencakup sebuah sistem komputer, media penyimpanan (seperti flash disk, hard disk, atau CD-ROM), sebuah dokumen elektronik (misalnya sebuah pesan email atau gambar JPEG), atau bahkan sederetan paket yang berpindah dalam jaringan komputer. Penjelasan bisa sekedar “ada informasi apa disini?” sampai serinci “apa urutan peristiwa yang menyebabkan terjadinya situasi kini?”. FORENSIK DI KEPOLISIAN INDONESIA
Hingga saat ini Kepolisian RI sebetulnya bisa dibilang sangat tidak mumpuni dalam hal kemampuan “berkomputer” apalagi dalam pengusutan “cybercrime” ini yang menuntut keahlian lebih dalam bidang komputer dari personil kepolisian, seperti dalam artikel yang di tulis oleh Kombes (Pol) Drs. Petrus Reinhard Golose,M.M yang berjudul Perkembangan Cybercrime dan Upaya Penanganannya di Indonesia oleh POLRI terlihat jelas bahwa POLRI cenderung menggunakan sarana dan prasana yang “highly cost” seperti Encase, CETS, COFE, GSM Interceptor, dan GI 2, bayangkan saja jika seluruh kepolisian di Indonesia menggunakan aplikasi-aplikasi seperti ini untuk mengungkapkan kejahatan “cybercrime”.
Dalam pengungkapan cybercrime, vendor locking adalah hal yang sangat berbahaya, kenapa saya sebut berbahaya?, Masih ingat RoboCop? ingat apa yang ditanamkan dalam directive ke 4 di programnya? ya,… selain 3 pokok fungsi polisi ternyata ada directive 4 yang di tanamkam di kepalanya yaitu dilarang menangkap pejabat perusahaan pembuatnya walaupun terbukti bersalah,… Nah loh? Ini juga yang di kawatirkan akan terjadi dalam pengungkapan cybercrime dengan menggunakan tool-tool yang tertutup dan di kunci oleh vendornya, bisa saja ada intruksi yang memerintahkan tool tersebut untuk tidak mengungkapkan cybercrime yang dilakukan oleh perusahaan pembuatnya.
Kekawatiran di atas baru segelintir dari berbagai kekawatiran lainnya, seperti logika saya yang tidak pernah sampai, saat harus memikirkan cara membersihkan virus dari komputer yang bervirus, atau bagaimana mungkin penjahat menasehati penjahat lainnya agar sembuh, atau bagaimana mungkin sebuah laptop dengan tingkat keamanan yang rendah mencoba meng”crack” server yang memiliki tingkat kemanan yang lebih tinggi. Mungkin nanti ada yang bilang bahwa Barang Bukti akan di kirimkan dalam fasilitas high-tech POLRI yang super-duper top canggih dan kerennya sehingga semua data akan terbaca,…. Kalo sudah seperti ini maka bisa dibayangkan pengungkapan dugaan si A menyimpan “sisa” gambar porno bintang film B akan menyita waktu tahunan karena banyaknya antrian di fasilitas –high-tech POLRI yang super-duper top canggih dan kerennya sehingga semua data akan terbaca–itu :D
Bukan karena saya maniak Linux sehingga kemudian menyarankan OS ini yang harus dipakai, ada beberapa pertimbangan lainnya sehingga menurut hemat saya OS Linux lah yang paling memungkinkan untuk alat kerja bagi unit cybercrime; diantaranya
Semua didalam linux dikenal sebagai file, bahkan termasuk hardware sekalipun dikenali sebagai file Mendukung banyak sekali file system Kemampuan untuk me-mounting file melalui mekanisme loopback Kemampuan untuk melakukan analisa “sistem yang sedang berjalan” dengan cara yang tidak “invasif” Kemampuan untuk melakukan “chaining” Kemampuan untuk memonitor, log-ing proses, dan perintah Dapat melihat source code untuk memastikan kerja suatu command Kemampuan untuk membuat bootable media
Dan perlu diingat itu semua bisa di dapatkan dengan gratis, bahkan apabila diharuskan membayar atau di haruskan pelatihan bagi petugas maka “budget” biaya akan sangat jauh lebih murah daripada solusi yang ditawarkan oleh Kombes (Pol) Drs. Petrus Reinhard Golose, MM pada makalah “Perkembangan Cybercrime dan Upaya Penanganannya di Indonesia oleh POLRI” yang mengajukan penggunaan software seperti EnCase4, CETS, dan COFE.
Pada pertemuan saya dengan beberapa personel dari unit kejahatan non-konvensional ini, terungkap bahwa sebetulnya banyak diantara mereka yang tidak begitu paham apa itu kejahatan cyber, bagi mereka segala sesuatu yang terkait dengan penggunaan alat teknologi dalam melakukan kejahatannya maka bisa di sebut cybercrime :D bahkan bagi mereka jauh lebih penting untuk mencari alat tracking sinyal handphone daripada mempelajari dunia cyber itu sendiri. Anggapan seperti ini sangatlah salah, oke,… mereka bisa dengan mudah meminta jasa tenaga professional tapi ini sama saja terperosok ke lobang yang sama seperti saat pemilihan tools ke closed source, yaitu vendor locking atau dalam hal ini lebih tepat di sebut “investigator locking”
Satu parameter penting dari setiap implementasi kegiatan apapun di pemerintah adalah soal biaya, baiklah mari sekarang kita bicara biaya yang akan dibandingkan antara implementasi digital forensics berbasis wind**s dan Linux. dari segi pengadaan peralatan misalkan tiap unit di bekali dengan 3 buah Laptop seharga 8 jutaan, kemudian biaya upgrade OS dari wind**s home edition ke professional edition di tambah biaya langganan antivirus di tambah biaya pembelian Encase4 yang diasumsikan sekitar 5 jutaan/lisensi plus biaya pelatihan 10 juta, maka untuk satu unit itu di butuhkan dana sekitar Rp. 50.500.000,- silahkan dikalikan dengan banyaknya unit di seluruh jajaran kepolisian :D
Sedangkan bila memakai linux hanya menghabiskan kurang lebih Rp 34.000.000,- dengan asumsi biaya pelatihan sama, ini berarti penghematan Rp. 16.500.000,- /unit nya, silahkan anda kalikan sendiri biaya yang dihemat secara nasional :D
Setelah dari segi biaya jelas bahwa OS Linux jauh lebih unggul, marilah berhitung dari segi teknis, banyak hal yang bisa kita lihat dan perbandingkan di sini namun untuk membatasinya akan kita bahas beberapa saja;

Ukuran Dari segi size media yang di butuhkan untuk menampung OS nya saja jelas terlihat keunggulan Linux, dengan hanya kernel dan DM sederhana sekelas fluxbox hanya akan meminta tempat kurang dari 200 Mbyte, sedangkan windows XP membutuhkan paling tidak 500 Mbyte dan itu tidak termasuk untuk drivernya. Apabila kita memiliki media CD sebesar 600 Mbyte akan lebih dari cukup untuk menampung OS Linux plus DM plus “heavy duty” tools yang penting untuk pekerjaan digital forensics. C.A.I.N.E, Helix3, DEFT Linux, KNOPPIX STD, hanyalah sebagian kecil distro linux yang khusus di buat untuk kepentingan digital forensics dan semuanya muat hanya dalam 1 CD, Sekarang bayangkan berapa size yang di butuhkan oleh OS windows untuk memuat OS plus driver plus aplikasi forensics dan berbagai aplikasi lainnya :D . Okelah,… media HD sekarang sudah sedemikian besar dan murahnya, namun penting di ingat bahwa dalam pekerjaan digital forensic anda membutuhkan banyak ruang HD untuk menampung “image” sehingga system yang “langsing” akan sangat di hargai.
Keamanan Linux memiliki sistem keamanan yang berbeda dengan windows, bagi beberapa orang memang sangat merepotkan tapi dalam pekerjaan digital forensics yang mengutamakan “keutuhan data” hal ini sangatlah penting. Selain itu Linux tidak membutuhkan “write blocker” karena ijin untuk menulis ataupun mengubah isi dari media bisa di ubah dengan mudah pada option “mount media” atau pada file fstab, sedangkan windows membutuhkan alat “write blocker” karena setiap media yang di baca secara otomatis akan mampu di tulis. Selain itu masalah virus, juga menjadi permasalahan mendasar kenapa OS Windows kurang cocok di pakai untuk pekerjaan digital forensics. Selain itu karena menganut azas opensource membuat setiap fungsi di dalamnya dapat di audit untuk mengetahui kebenarannya
Berikutnya akan kita bahas aplikasi di Linux untuk digital forensics
=-=-=-=-= Powered by Bilbo Blogger

New OS

Kamis, 08 Maret 2012

Alhamdulilah ....ngetest skin os x baru nih.....lebih fresh lah untk ukuran laptop ini......gapapa baru skin insya Allah Hardwarenya lah....heheheh

mengembangkan aplikasi SMS gateway berbasis VB.6 di STMI ( eps 1)

Sabtu, 25 Februari 2012

 pernah kalian dapet sms : "tolong kirimin pulsa ke no. 0856******",karena hp mama ketinggalan di kantor", hahaha.......

hati - hati teman2 ni penipuan.... ternyata2 selidik demi selidik...nomer kita di random acak loh..atw ada juga yang jual no. aktif ampe ribuan, pastinya oleh oknum yang gak bertanggung jawab.

Huft........... yaudah lanjut lagi yuk.

Alhamdulilah, akhirnya Aplikasi sms gateway berbasis VB di STMI  sudah rampung, kelar, jadi.. gw kuliah semester 5 lumayan lah walau IP 2,8. (ip kecil sombong amat) maav kk saya orang bodoh !!!! heheheh....

sebenarnya 2 tahun kebelakang gw dah sedikit eksplore tentang program ini.. tapi gw masih gak ngerti logika jaringannya...apalagi logika programnya

Selidik demi selidik gw mulai investigasi di forum2 phreaking nanya2 sekitar ilmu phreaking...ehh ketemu deh sama blog Bang Ros, abis itu gw di jelasin sama dya. ouuhhh basic dya dari php. kenapa gak dicoba di program VB aja yah, kebetulan kan semester 5 belajar alprog 2

intinya sms gateway itu bisa dibilang bukan ilmu hitam (ngertikan lho) , tergantung user ajja bwt apa dya gunain.

(lanjut...)
habis itw gw mengenal beberapa aplikasi komersil di tambah aplikasi jadul untuk sms gateway, waduh bejibun dah aplikasinya. tuh masih ada di laptop, n pasti nyari modem yang sesuai

khusus di STMI gw sama team project Fandimas Rahmawan , alm. Agung Black,  Khairul Hafiz
kebutuhan hardware : 1. Modem Wavecom (gw pake M1306B usb )
                                 2. PC ( w laptop ajja)
                                 3. SIM CARD (AX**) nyari yang banyak bonus pulsa biar pas lgy eksperimen
                                     hemat biaya.
Kebutuhan Software : 1. vb 6
                                  2. gammu
                                  3. mysql odbc
                                  4. xampp (mysql+apache)
                                 

Jumat, 24 Februari 2012

Menyalakan dan Mematikan Komputer / Laptop Otomatis

ini ilmu dah lama banget gak di pake.....coba ajja share breng temen kosan lu.

lu pinjem komputer / leptopnya temen lu itu,,,

dan sekejap kemudian...

KESENTUL NGAJEDOG !... KOMPUTERNYA BISA MATI SENDIRI !!!

padahal disaat bersamaan elo lagi modol di kamar mandi temen lo itu..
dan beberapa waktu kemudian...

JRENG !

KOMPUTERNYA NYALA LAGI SENDIRI !

Padahal disaat yang bersamaan itu elo lagi cebok di kamar mandi temen lo itu..

BOMBASTIS .

MHUAHAHAHA.. .

Ehem, sebenernya bukan itu tujuan utama dari trik ini, ini bisa digunakan untuk hal yang lebih penting tentunya, oke, tanpa banyak nasi basi...

lets start now..

Pertama-tama siapkan panci,eh maksudnya PC/Leptop yang mau lo pake.
nah untuk setting supaya bisa nyala otomatis cara yang mesti lo lakuin :

1. Restart PC
2. Masuk ke Bios Setup.
EITS jangan pusing, biasanya orang awam suka stres ato pusing kalo udah berurusan ama bios, tampilan nya biru dongker ga jelas gitu, bikin pening emang, tapi byk hal bisa dikerjain dan diakalin dari sini...

APA? LO GA TAU CARA MASUK BIOS ??

OKE... Lo jangan tanya tukang sayur, karena gue ga yakin dia bisa ngasih jawaban yang lo perlu, kecuali kalo lo nanya bumbu sayur asem...

ga usah pusing buat masuk bios, default masuk bios adalah lo mencet tombol 'DEL' dikomputer lo, biasanya ada tulisan kecil tu kudu mencet apa utk masuk bios, karena emang settingan komputer beda-beda...

tapi defaultnya adalah mencet tombol 'DEL' ketika sblm masuk ke windows..

lanjut... --->


3. Lo cari POWER MANAGEMENT SETUP , ato whatever tulisan yang ada hubungannya sama itu, skali lagi mesti gue tegasin , settingan mainboard emang beda-beda.(OKE jangan tanya gue arti MainBoard apaan, yang jelas bukan SkateBoard.BEDA ! )

4. Setelah lo ketemu Power Management Setup,
lo klik enter (jangan diliatin doang -_- ) trus masuk situ ada berbagai pilihan,
pilih -> Resume by RTC atau Wake alarm , Power on Schedule pokoknya sejenisnya,skali lagi gue tegaskan, settingan pada mainboard beda-beda,dan jangan bingung.Cari aja yang kira-kira sama (Skali lagi gue bilang juga jangan tanya arti MainBoard apaan )

5. Trus lo pilih Enable , setelah itu lo setting waktunya mo nyala tiap kapan aja...

6. Ini yang paling penting. Lo kudu SAVE hasil kerja lo tadi, karena percuma kalo ga di save (Nenek gue juga tau) . Cara savenya lo pencet F10 aja, ato lo pencet tombol 'Esc' trus pilih pilihan 'save $ exit ...

7. Setelah lo save dan exit, PC / Leptop akan restart lagi, dan settingan tadi udah bisa jalan... :D

Its so simple and easy right ??
Itu tadi buat nyalain komputer otomatis, nah buat matiinnya gimana ?
GIMANAAA??

Oh tenang, ini lebih gampang lagi, ini pake software, kecil kok software nya, namanya Auto shutdown, lo bisa sedot    http://http//download.cnet.com/Auto-Shutdown/3000-2381_4-10640426.html AutoShutdown

Nah gampang kan ? kalo lo masi ga ngerti juga,(lagi-lagi gue bilang , jangan tanya tukang sayur) post aja disini, ntar gue bantu sebisa gue brader... kalo di Kaskus udah gue cendolin kali deh, hehehe...

Senin Cerah

Senin, 20 Februari 2012

        Pagi ini saya bangun terlalu pagi tapi terlalu siang untuk menulis blog ini... kecepatan akses internet juga dipertanyakan. Huft..... lagi - lagi nyariin kunci kantor, bingung kemana  kunci itw pergi ?><)&*^%^%

Gimana mw mandi.....gpp di tas ada baju salin dan Biore lumayan biar fresh.... sambil menunggu kawan ngerjain project IT sesekali ceplas- ceplus asap....seruput kopi gudday bikin kehangatan pagi cerah ini terobati dalam kesendirian

4 Jenis Mahasiswa

Minggu, 19 Februari 2012




Penting dibaca untuk mahasiswa yang tidak tau arah tujuannya...hehehe


4 Jenis Mahasiswa, Anda Termasuk Yang Mana?

by Romi Satria Wahono


Pada saat menjadi mahasiswa baik di program S1, S2 maupun S3 di Jepang, saya mengalami berbagai proses pembelajaran yang kadang bikin geli kalau mengingatnya sekarang. Proses belajar ternyata membuat jenis dan karakter saya berubah-ubah. Kadang saya nggak sadar dengan ketidakmampuan saya, tapi kemudian kenyataan menyadarkan saya bahwa saya tidak mampu, dan akhirnya setelah saya belajar keras saya jadi sadar apa saja kemampuan saya. Di sisi lain agak sedikit berbahaya ketika saya tidak sadar dengan kemampuan saya. Jadi kayak bunglon dong? Hmm lebih tepatnya bunglon darat ;) . Terus saat ini anda termasuk jenis mahasiswa yang mana? Mari kita lihat bersama.

1. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Ketidakmampuannya (Unconsciously Incompetent)
Tahun 1994, kehidupan saya di Jepang di mulai. Saya beserta 14 orang yang lain sekolah bahasa Jepang di Shinjuku, nama sekolahnya Kokusai Gakuyukai. 1 tahun belajar bahasa Jepang, kita berhasil menghapal sekitar 1000 kanji. Kemampuan bahasa Jepang level 1 menurut Japanese Language Proficiency Test alias Nihongo Noryoku Shiken. Kebetulan karena saya senang nggombalin orang ngomong, percakapan bahasa Jepang saya cukup terasah (pera-pera). Di Kokusai Gakuyukai, kita juga diajari pelajaran dasar untuk Matematika, Fisika dan Kimia. Ini juga nggak masalah. Kurikulum Indonesia yang padat merayap plus rumus-rumus cepat ala bimbel :D , membuat soal-soal jadi relatif mudah dikerjakan. Karena saya newbie di dunia komputer, padahal harus masuk jurusan ilmu komputer, saya beli komputer murah untuk saya oprek. Newbie? yah bener, saya gaptek komputer waktu itu. Saya kerja keras, saya bongkar PC, saya copoti card-cardnya karena pingin tahu, sampe akhirnya rusak hehehe. Terus nyoba mulai install Windows 3.1. Lebih dari 3 bulan, tiap malam saya keloni terus itu komputer, jadi lumayan mahir lah. Tahun 1995, masuk ke Saitama University dengan sangat PD dan semangat membara :) . Nah pada tahap ini saya sebenarnya masuk ke jenis mahasiswa yang tidak sadar akan ketidakmampuannya. Dikiranya semua sesuai dengan yang dibayangkan dan diangankan.

2. Mahasiswa Yang Sadar Akan Ketidakmampuannya (Consciously Incompetent)
Masuk kampus, ternyata bekal kanji 1000 huruf nggak cukup. 1000 kanji itu level anak SD atau SMP di Jepang. Saya perlu lebih dari 30 menit untuk membaca 1 halaman buku textbook pelajaran, padahal orang Jepang hanya perlu 2-3 menit :( Kemahiran percakapan juga nggak banyak menolong karena mahasiswa Jepang membentuk grup-grup. Saya satu-satunya mahasiswa asing di Jurusan, nggak kebagian teman, meskipun sudah kerja keras tegur sapa, ngajak kenalan, nanya jam, nanya mata pelajaran, dsb. Matematika, Fisika, dan Kimia sebenarnya mudah, hanya masalahnya karena Kanji terbatas, kadang saya nggak ngerti yang ditanyain apa. Jadi kadang saya kerjasama dengan mahasiswa Jepang disamping saya, dia ngerti apa yang ditanyain, tapi nggak bisa ngerjakan. Sebaliknya saya nggak ngerti yang ditanyain, tapi sebenarnya bisa ngerjain … hehehe. Untuk praktek di lab komputer, ternyata semua pakai terminal Unix (Sun), sama sekali nggak ada mesin yang jalan under (Microsoft) Windows. Yang pasti, harus sering mainin command line di shell, untuk ngedit file hanya bisa pakai emacs, browsing hanya bisa pakai mosaic, laporan harus pakai latex, buat program harus pakai bahasa C atau perl (CGI) untuk yang berbasis web. Kenyataan membuat saya sadar akan ketidakmampuan saya :) .

3. Mahasiswa Yang Sadar Akan Kemampuannya (Consciously Competence)
Karena sadar bahwa banyak hal yang ternyata saya belum mampu, yang saya lakukan adalah belajar keras. Saya kurangi tidur, saya perbanyak baca, perbanyak beli buku, beli kamus elektronik, banyak diskusi dengan teman-teman mahasiswa Jepang. Saya mulai banyak bermain-main dengan Linux dan FreeBSD di rumah untuk kompatibilitas dengan tugas kampus. Nyambung internet dengan dialup, mulai belajar mengelola server, mulai membuat program kecil-kecilan dengan bahasa C dan Perl. Banyak kerja part time, mulai dari nyuci piring, interpreter, code tester dan programmer. Saya mulai aktif di dunia kemahasiswaan, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, termasuk ikut mengurusi Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang sampai pernah terpilih jadi ketua umumnya. Knowledge dan skill di kampus terasah, experience dan manajemen keorganisasian juga terasah. Alhamdulillah saya mulai banyak punya teman Jepang, kadang makan bareng, main bareng atau ngoprek komputer bareng di asrama mereka. Untuk menambah ilmu kadigdayaan (sebenarnya sih untuk keperluan kerja part time ;) ), saya menambah peliharaan komputer di apartemen dengan Apple Macintosh dan beberapa Unix machine.
Tahun pertama dan kedua terlewati dengan baik, nilai lumayan dengan nuansa penuh kegembiraan. Saya berusaha semaksimal mungkin “menjual” kemampuan saya, baik dalam bentuk jasa alias sebagai interpeter, lecturer, programmer, software engineer, maupun dalam kemasan produk software yang saya buat (sistem informasi rumah sakit, sistem informasi periklanan, web application, network management system, dsb). Alhamdulillah saya sudah bisa mandiri dan mendapat banyak pengalaman dan keuntungan finansial mulai tahun ketiga kehidupan saya di Jepang, sehingga akhirnya saya putuskan menikah “dini” supaya lebih tenang, aman dan sehat;) . Nah pada masa ini jenis saya adalah semakin sadar akan kemampuan saya :) .

4. Mahasiswa Yang Tidak Sadar Akan Kemampuannya (Unconsciously Competence)
Saya banyak ngejar kredit di tahun 1 dan 2, dengan harapan bisa tobikyu (loncat tingkat), meskipun saya kemudian nggak minat lagi karena ternyata di Jepang kalau kita loncat langsung ke program Master (S2), ijazah S1 nggak diberikan oleh Universitas. Resiko besar kalau saya balik Indonesia tanpa ijazah S1, urusan birokrasi pemerintahan (PNS) akan merepotkan, apalagi kalau nanti nyalon jadi walikota semarang, bisa kena pasal ijazah palsu … hehehe. Akhirnya tingkat 3 kuliah banyak kosong (sudah terambil di tingkat sebelumnya). Part time juga saya lebih selektif, hanya di bidang garapan saya saja, yang bisa kerja remote dan lebih bebas waktunya. Tidak ada lagi tempat untuk kerja kasar nyuci piring atau angkat karung. Saya terpaksa ambil mata kuliah jurusan lain untuk menjaga ritme kampus. Meskipun kadang ditolak professor pengajar, karena saya ambil mata kuliah semacam combustion, teknologi pendidikan, sistem tata kota, dsb yang nggak ada hubungan dengan computer science. Akhirnya karena keasyikan ngambil kredit, nggak sadar kelebihan kredit. Total terambil 170 kredit, padahal syarat lulus S1 hanya 118 kredit :D.
Sehari hampir 18 jam di depan komputer, kecuali tidur sekitar 6 jam, tugas kampus juga saya kerjakan dengan baik. Akhirnya masuklah saya ke masa, “nggak ngerti lagi mau ngapain di Internet” :D . Saya mulai suka iseng dan banyak aktif di dunia underground dengan berbagai nama samaran. Saya kadang membuat program looping tanpa stop untuk mbangunin admin kampus, alias men-downkan server karena overload CPU dan memori. Kadang nge-brute force account teman untuk ambil passwordnya, sehingga bisa baca email-email cintanya ;) . Sampai akhirnya saya pernah kena skorsing 3 bulan karena ngecrack account professor-professor di kampus. Nah di masa ini, saya berubah jenis sebagai mahasiswa yang nggak sadar bahwa punya kemampuan untuk berbuat negatif dan merusak kestabilan kampus :) .
Di sisi lain, saya banyak mendapatkan knowledge di Universitas, formal language dan automata, software project management, software metrics, requirement engineering, dsb yang pada saat dapat kita mikirnya ini nanti dipakai dimana yah :) . Tapi ternyata semua itu bekal yang cukup berguna ketika harus masuk ke dunia industri dan menggarap project-project yang lebih riil. Kondisi seperti ini juga termasuk dalam posisi yang tidak sadar akan kemampuannya :)
Bagaimanapun juga mahasiswa sebaiknya di arahkan untuk menjadi jenis ke-3, yang sadar akan kemampuannya dan menggunakan kemampuannya untuk hal-hal positif. Kalaupun ada mahasiswa yang dengan skillnya terjebak tindakan negatif, pembimbing ataupun dosen juga harus bijak mensikapi. Bagaimanapun juga ini semua adalah proses belajar dan proses pematangan diri. Sebagai tambahan, 4 hal diatas diformulasikan orang dan terkenal dengan nama teori Experiential Learning. Lalu anda termasuk yang mana? Silakan dijawab sendiri.
Yang paling penting, apapun jenis anda, jangan pernah menyerah dan tetap dalam perdjoeangan !
ttd-small.jpg

hari Minggu Bermalas-malasan

Unduh Adobe Flash player

Sabtu, 18 Februari 2012

Echo Echo

Indra ramdani. Diberdayakan oleh Blogger.
 

About Me

Foto Saya
Indra_Ramdhani
Bandung, jawa barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

Labels

android (1) Bigdata (1) fedora (1) kamus (1) linux (1) opensource (2) Server (1) STMI (1) virtualisasi (1) webserver (1) xperia (1)

Most Reading